Diberdayakan oleh Blogger.
Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala', mempermudah hisab, dan menunda ajal tiba.... Wallahu'alam bishshowab...
RSS

Harta Karun Yang Ada Di Ingatan Saya

Kalau sudah masuk bulan Januari cuaca jadi dingin, ini mengingatkan saia pada masa-masa sewaktu kecil. musim penghujan musimnya hujan-hujanan dan mandi-mandian di sungai...(wew...anak cewek mandi di sungai...^_^). Semakin hujan deras maka semakin senang hati waktu itu, karena jika hujan deras maka sungai akan ja Bah....dan otomatis semakin seru untuk kita-kita yang mandi di sungai berenang ria...(padahal ga bisa renang).



Tapi ada suatu hari dimana saia sedang mandi-mandian disungai, saia dikagetkan dengan jeweran telinga dari seorang yang bertubuh tinggi dengan membawa satu ikat sapu lidi, beliau adalah bapak saia. Saia dibawanya pulang lalu tidak sampai situ, karena sesampainya dirumah si Esyin kecil diikat didalam karung dan diasingkan didalam gudang kosong....Hidup saia terasa gelap dan berakhir saya teriak ga ada yang dengar..untungnya sang Ummi penolong menemukan saia yang disangkanya kucing lagi kelaparan..hahhahaa...(tega sekali). Lalu sang Bapak pun dimarahin oleh sang Ummi, untuk menenangkan saia dari trauma Ummi memasakkan masakan yang sungguh membuat saia tak akan lupa dengan makanan itu. Masakan tumis kacang panjang dikasih kluwi muda (istilah nasional saya sungguh ga tau) lalu dimasak kuning dikasih telur puyuh, Wuiihhh...mantab..!!!!!!!!





Sepanjang perjalanan hidup saia waktu kecil sungguh mengagumkan, bukan karena hidup dengan mewah tapi karena ketidakmewahan itulah hidup saia menjadi banyak memori yang sangat tidak bisa saia lupakan. Misalnya saja soal permainan-permainan waktu kecil, yang masih terus saya mainkan bahkan sampai SMP, yakni: main “BP-BPan”. Jujur, saya tidak tahu apakah istilah itu universal atau sebetulnya hanya istilah intern yang hanya berlaku di lingkup keluarga saya saja. Yang saya maksudkan adalah, permainan menggunakan kertas berbentuk orang perempuan dan laki-laki komplit dengan baju dan pernak-pernik lainnya yang dijual oleh banyak pedagang dan kita mainkan orang-orangan tersebut layaknya kehidupan manusia sehari-hari.



Waktu saia kecil, orang tua kami jarang sekali membelikan mainan. Mainan adalah benda mahal dan amat sangat langka dalam hidup saya saat itu. Karena itulah, kami (saia dan adik-adik saia) membeli mainan yang hanya dijual dengan harga Rp 100 tersebut. Dan mungkin karena sangat tenar waktu itu.



Saya ingat, kakak-kakak sepupu saia sering memotong-motong tumbuh-tumbuhan taw rumput menjadi aneka makanan, dan kami main ‘pasar-pasaran’. Pada satu masa, kami juga bermain Slodoran, yang cara mainnya dibagi menjadi dua regu.Regu 1 bagian menjaga disetiap garis untuk menghadang lawan yang lewat, dan satu regu lagi yang main. Namun dari semua permainan-permainan tadii itu, Slodoran lah yang bertahan paling lama.





Masa-masa itu begitu berharga, seperti harta karun yang terus tersimpan dalam ingatan saia. Dan membuat mata saya menjadi terlatih untuk mengamati hal remeh, hal mungil, hal kecil. Didukung oleh keterbatasan seorang anak yang baru mampu mengeksplorasi lingkungan dengan berjalan kaki, saya pun menemukan aneka keajaiban dalam hal-hal yang biasa. Hal-hal yang niscaya luput dari seorang dewasa yang mengamati dunia dari jendela mobil dengan kecepatan laju sekian tenaga kuda.





Saia kangen dengan masa-masa itu...........Apa yang ada dalam ingatan Teman-teman semua tentang memori dimasa kecil...???????

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

Andy Ahmad Fairussalam mengatakan...

nyasar kemari.. :D
follow back ke www.andyonline.net yah.. ^_^

Esyin mengatakan...

dah follow back Kak...:) lam kenal..^_^

Posting Komentar